Jumat, 01 Juni 2012

Sepuluh Kesalahan Suami Terhadap Istri

Sepuluh Kesalahan Suami Terhadap Istri

Keutuhan suatu rumah tangga sangat di pengaruhi oleh bagus-a kepemimpinan seorang suami (sebagai kepala keluarga) dalam membina keluarganya. Terlebih lagi adalah sikap & prilakunya dalam bergaul dengan istrinya. Suami istri sebagai pilar utama dlm rumah tangga, bila mengalami kerusakan maka bangunan rumah tangga akan runtuh. Krn hubungan ini harus selalu di jaga dgn memperhatikan hak dan kewajiban masing – masing. Bagi suami/istri harus saling menunaikan kewajibanya setelah itu baru bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya

Jika kita melihat kenyataan dalam masyarakat, dua sikap suami yg sling berseberangan dlm menyikapi istri mereka, sikap ini perlu di waspadai kalau tidak aka sama- sama menimbulkan masalah dan kerusakan yg berujung perceraian.Pertama, suami yg meremehkan istrinya, menagiaya hak- haknya &melakukan berbagai kesalahan berkaitan dgn hak istrinya. Kedua, suami melepaskan tali kendali terhadap istri&membebaskannya begitu saja

Allah berfirman dlm Q.S An Nisa :34 yaitu :

“ Kaum laki – laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki- laki) atas sebahagian yang lain (wanita) & mreka (laki – laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu, mka wanita yg shalih, ialah yang taat Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita- wanita yg kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka&pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka&pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari – cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”

Betikut ini adalah 10 (sepuluh) kesalahan – kesalahan suami yang banyak dilakukan, yang kesemuanya bercabang dari dua sikap keliru diatas.

1. Tidak mengajarkan agama dan hukum syariat kepada istri

Banyak kita dapati para istri tidak mengetahui bagaimana cara sholat yang benar, hukum haid&nifas, berprilaku terhadap suami secara tidak syar’i& tidak mendidik anak secara Islami. Bahkan ada yang terjerumus ke dalam berbagai jenis kesyirikan. Yang menjadi perhatian seorang istri hanyalah bagaimana cara memasak& menghidangkan makanan tertentu, cara berdandan yang cantik dsb. Tidak lain semua karena tuntutan suami, sedangkan masalah agama, terutama ibadahnya tidak pernah ditanyakan oleh suami.

Padahal Allah berfirman :

“ Hai orang – orang yang beriman, peliharalah dirimu&keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia&batu, penjaganya malaikat – malaikat yang kasar, keras& tidak mendurhakai Allah thd apa yg di perintahkan-Nya kpd mereka&selalu mengerjakan apa yang diperintakan “( Q.S At Tahrim:6)

Maka para suami diminta untuk tidak mengabaikan hal ini, krn semuanya akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Hendaklah benar – benar mengajarkan agama kepada istrinya, baik dilakukan sendiri atau melalui perantara. Antara lain yg dpt dilakukan ; menghadiahkan buku- buku tentang Islam&hukum-hukumnya serta mendiskusikannya, kaset – kaset ceramah, mengajak istrinya menghadiri pengajian- pengajian yg disampaikan oleh orang yg berilu dsb

2. Mencari – cari kekurangan&kesalahan istri

Dlm suatu hadits riwayat Bukhari & Muslim, Rasulullah SAW melarang laki- laki9 yg bepergian dlm waktu yg lama, pulang menemui keluarganya di waktu malam , krn dikhawatirkan akn mendapati berbagai kekurangan istri&cela istrinya. Bahkan suami di minta bersabar& menahan diri dari kekurangan yg ada pd istrinya, jg ktika istri tdk melaksanakan kewajibannya. Krn suami juga mempunyai kekurangan&celaan seperti sabda Rasulullah :

“ Janganlah seorang usmai yg beriman membenci istrinya yg beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya” (H.R Muslim)

3. Pemberian hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahan istri

Ini termasuk bentuk kezhaliman terhadap istri, antara lain yaitu :

(a) menggunakan pukulan di tahap awal pemberitahuan hukuman (lihat dlm Q.S An Nisa: 34)

(b) mengusir istri dari rumahnya tanpa ada pembenaran secara syar’i (Q.S Ath Thalaq:1)

(c) memukul wajah, mencela dan menghina

dlm as-Sunan dan al-Musnan dari Mu’awiyah bin Haidah al-Qusyairi bahwa ia berkata : “Ya Rasulullah, apakah hak istri atas suaminya? Nabi SAW menjawab

‘ Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek- jelekkan& tidak menghajar(boikot) kecuali di dalam rumah” (H.R Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Albani)

4. Pelit dalam menafkahi istri

“ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama 2 thun penuh, yaitu bgi yg ingin menyempurnakan penyusuannya.Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kpd para ibu dgn cara yg ma’ruf.Seseorang tidak di bebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya&seorang ayah karena anaknya&warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih(sblum 2thn) dgn kerelaan keduanya&permusyawaratan, maka tdk ada dosa atas keduanya.Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh org lain, mk tdk ada dosa bagimu apabila kamu memberika pembayaran menurut yg patut. Bertaqwalah kamu kpd Allah&ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yg kmu kerjakan “(Q.S Al Baqarah:233)

Istri berhak mendapatkan nafkah, krn dia telah membolehkan suaminya bersenang –senang kepadanya, dia telah menaati suaminya, tinggal di rumahnya, mengasuh& mendidik anak-anaknya. Dan jikaistri mendapati suaminya pelit, bakhil, tdk memberikan nafkah kpd-a tnpa ada pembenaran syar’i, mka dia boleh mengambil harta suami utk mencukupi kebutuhannya secara ma’ruf (tdk berlebihan) meski tanpa sepengetahuan suaminya.

“ Jika seorang muslim mengeluarkan nafkah utk keluarganya sdgkan dia mengharapkan pahalanya, mka nafkah itu adalah sedekah baginya “(H.R Muttafaq ‘alaih)

5. Sikap keras, kasar, tidak lembut terhadap istri

Rasulullah SAW Bersabda: “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik – baik kalian adalah yg paling baik tehadap istri- istrinya” (H.R at-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Albani)

Maka suami hendaklah berakhlak bagus terhadap istrinya dgn bersikap lembut&menjauhi sikap kasar

6. Kesombongan suami membantu istri dalam urusan rumah tangga

Ini kesalahan yg pling byk menjangkiti suami. Padahal laki- laki yang paling utama yakni Rasulullah SAW tidak segan – segan membantu pekerjaan istrinya.

Ketika Aisyah ra ditanya ttg apa yg dilakukan Rasulullah SAW di rumahnya, beliau menjawab

“ Beliau membantu pekerjaan istrinya&jika datang waktu sholat, maka Beliaupun keluar untuk sholat” ( H.R Bukhari)

7. Menyebarkan rahasia dan aib istrinya

“Sesungguhnya di antara org yg paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yg menggauli istrinya&istrinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia- rahasia istrinya “ ( H.R Muslim)

Dlm hadits ini diharamkan seorang suami menyebarkan apa yg terjadi antara dia dgn istrinya di tempat tidur. Jg diharamkan menyebutkan perinciannya, serta apa yg terjadi pd istrinya baik berupa perkataan maupun perbuatan lainnya.

8. Keterburu- buruan dalam menceraikan istri

Wahai suami yg mulia, sesungguhnya hubungan antara engkau&istrimu adalah hubungan yg kuat lagi suci (Q.S An Nisa 21) oleh krn-a Islam menganggap perceraian adalah perkara besar yg tidak boleh diremehkan krn perceraian akan berbuntut kpd kerusakan, kacaunya pendidikan anak dsb. Dan hendaknya kata- kata cerai itu tidak digunakan sbg bahan canda / mainan. Krn Rasulullah SAW teleh bersabda “

“ Ada 3 hal yg kesungguhannya dan candanya sama – sama dianggap sungguh – sungguh yaitu : nikah, talak (cerai) dan rujuk “(H.R Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai hasan oleh asy-Syaikh Albani)

Memang perselisihan antara suami istri sering terjadi kadang sampai mengarah kepada perceraian. Akan tetapi perceraian ini tidak boleh dijadikan sebagai langkah pertama dlm penyelesaian perselisihan ini. Bahkan harus di usahakan berbagai cara untuk menyelesaikannya, krn kemungkinan besar akan banyak rasa penyesalan yg ditimbulkan.

9. Berpoligami tanpa memperhatikan ketentuan syari’at

Menikah untuk kedua kali, ketiga dan keempat kali merupakan salah satu perkara yg Allah syariatkan. Akan tetapi yg menjadi catatan disini bahwa sebahagian org yg ingin menerapkan syariat ini/ telah menerapkannya tidak memperhatikan sikapnya yg tidak memenuhi kewajiban serta tanggung jawab thd istri. Terutama istri pertama &anak-anaknya.

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja” (Q.S An Nisa:3)

Sikap ini merupakan keadilan yg diperintahkan Allah SWT. Memang benar poligami merupakan syariat Islam, tetapi jika seseorang tidak mampu melaksanakannya dengan baik&tidak memenuhi syarat- syaratnya atau tidak bisa memikul tanggung jawabnya, hal ini bisa merusak rumah tangga, menghancurkan anak-anak&menambah permasalahan keluarga&masyarakat. Maka pikirkanlah akibatnya&perhatikanlah dgn seksama perkaranya sebelum masuk kedalamnya

10. Lemahnya kecemburuan

Para suami membiarkan keelokan, keindahan&kecantikan istrinya dinikmati oleh banyak orang. Dia membiarkan istrinya menampakkan auratnya ketika keluar rumah, membiarkan berkumpul dgn lelaki lain. Bahkan sebagian ada yg bangga krn telah memiliki istri yg cantik yg bisa dinikmati banyak orang. Padahal wanita dimata Islam adalah makhluk yg sangat mulia, sehingga keindahan&keelokannya hanya diperuntukkan bagi suaminya saja tidak dumbar kemana – mana.

Seorang suami yg memiliki kecemburuan terhadap istrinya tidak akan membiarkan istrinya berjabat tangan dengan lelaki lain yg bukan mahram.

“ Ditusukkan kepala seorang lelaki dengan jarum dari besi lebih baik daripada dia menyentuh seorang wanita yg tidak halal baginya “ (lihat dalam ash-Shahihah: 226)

Seorang suami yg memiliki kecemburuan terhadap istrinya, dia akan memperhatikan sabda Rasulullah SAW:

“Janganlah kalian masuk menemui para wanita” lalu seorang Anshor berkata, “wahai Rasulullah, bagaimaa dengan al-hamw (kerabat suami)?” Beliau mengatakan , “Al- hamwu adalah kematian” (H.R Muttafaq’alaih)

Perhatikan juga ancaman Rasulullah SAW terhadap lelaki yg tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga(istri) :

“Tiga golongan yang Allah SWT tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu seseorang yg durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai laki – laki9 dan ad-dayyuts “ (H.R An- Nasa’i dinilai hasan oleh syaikh Albani, lihat ash-Shahihah: 674)

Dan ad-dayyuts adalah laki- laki yg tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarganya. Wallahu a’lam bishaawwab
Lokasi: Jalan Samudra, Padang, Indonesia

0 komentar:

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com