Pages

Sabtu, 13 Juli 2013

Alam Semesta Bukti Adanya Allah



Sebenarnya wujud Allah sudah nyata, bahkan suatu hakikat yang tidak perlu lagi diragukan persoalannya, tidak ada alasan mengingkarinya. Wujud Allah Taala sudah terang bagaikan terangnya matahari yang bersinar, juga sudah jelas sejelas-jelasnya bagaikan cahaya fajar di waktu pagi yang cerah. Semua yang ada di lingkungan alam semesta ini dapat menjadi bukti wujudnya Tuhan bahkan benda-benda yang terdapat di sekitar alam semesta dan unsur-unsurnya dapat pula membuktikan bahwa benda-benda itu pasti ada pencipta dan pengaturnya 


Perhatikanlah alam cakrawala yang ada di atas kita yang di dalamnya terlihat pula matahari, bulan, bintang dan sebagainya, demikian pula bumi dengan semua isinya baik berupa manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda padat, adanya hubungan yang erat dengan perimbangan yang pelik yang merapikan susunan di antara alam-alam yang beraneka warna serta yang menguatkan keadaan masing-masing. Semuanya merupakan tanda dan bukti wujudnya Allah swt. Selain menunjukkan adanya Zat Allah swt. juga membuktikan keesaan dan ke Maha Kuasaan-Nya menciptakannya. Kiranya tidak tergambar sama sekali dalam akal pikiran siapa pun bahwa benda-benda itu terjadi tanpa ada yang menciptakan sebagaimana juga halnya tidak mungkin tergambar bahwa sesuatu ciptaan tidak ada yang membuatnya. 
Manakala akal memustahilkan ada kapal terbang melayang-layang di udara atau kapal selam menyelam di dasar lautan tanpa ada pembuatnya, akal akan menetapkan secara pasti mustahil alam semesta yang amat indah permai ini ada tanpa ada yang menciptakan serta mengatur segala urusannya. Sementara itu dapat kita kemukakan tiga macam teori yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengemukakan sebab asal mula adanya alam semesta ini. Kiranya tidak mungkin ada teori lain di balik ketiga macam yang kami sebutkan di bawah ini. 
Pertama. Alam semesta terjadi dari tidak ada kemudian ada dengan sendirinya. 
Kedua. Ada suatu jauhar (sel) inti yang merupakan sumber dari segala sesuatu yang terdapat di alam semesta yang molek ini. 
Ketiga. Ada yang mengadakan, yang menciptakan atau yang membuatnya. 
Marilah kita mengupas persoalan ini dengan menguraikan teori di atas satu persatu. 
Teori pertama jelas keliru dan salah jika ditilik secara sepintas dari asas atau pokoknya. Ingatlah bahwa suatu pengaruh (musabbab) pasti erat hubungannya dengan sebabnya, adanya suatu konklusi pasti erat pula hubungannya dengan premis atau landasan pemikirannya. 


Apakah kiranya patut dalam gambaran akal pikiran kita, bahwa ada sesuatu pengaruh, tanpa ada sebab yang mempengaruhinya. Patutkah ada suatu hasil tanpa permulaan atau ada konklusi tanpa ada premis? Jadi timbulnya alam semesta dari tidak ada sama saja artinya dengan mengatakan adanya pengaruh tanpa sebab atau adanya hasil tanpa ada permulaan atau adanya konklusi tanpa ada premis. Jadi seolah-olah alam semesta ini ada sendiri dan muncul, lepas sama sekali dari adanya sebab, seperti pembuat. 
Bahwa adanya benda-benda dari dirinya sendiri, lepas sama sekali dari sebab, adalah suatu hal yang amat mustahil baik dipandang dari segi akal atau kejadian yang lazim. Sebabnya ialah karena adanya benda-benda dari dirinya sendiri terlepas sama sekali dari sebab-sebabnya adalah memenangkan segi adanya dan mengalahkan segi tidak adanya, tanpa bukti yang dapat digunakan untuk memenangkannya padahal memenangkan dengan cara yang demikian ini adalah mustahil sekali. 


Renungkanlah! Andai kata kita mengatakan bahwa alam semesta ini ada dengan sendirinya terlepas sama sekali dari sebab-sebabnya, maka ucapan semacam ini sama saja dengan mengatakan bahwa ketiadaan itulah yang merupakan sebab keberadaannya. Patutkah ini dalam pikiran kita. Itulah sebabnya, maka teori pertama di atas sangat keliru dan meleset, sebab selamanya tidak dapat dibuktikan bahwa ketiadaan menjadi sebab adanya alam. Tanpa adanya benda, tentu tidak mungkin dapat memberikannya. Inilah yang dimaksud oleh ayat Alquran yang berbunyi, “Merekakah yang diciptakan dari tiadanya sesuatu, ataukah mereka sendiri yang menciptakan? Atau merekalah yang menciptakan langit dan bumi? (Tidak), melainkan mereka tidak yakin dalam kepercayaannya." (Q.S. Ath-Thur:35-36) 


Maksudnya apakah orang-orang itu diciptakan tanpa ada penciptanya? Artinya apakah mereka itu sendiri yang menciptakan diri mereka sendiri, sehingga tidak membutuhkan pihak lain yang menciptakan mereka? Hal ini jelas mustahil, tidak mungkin atau tidak masuk sama sekali dalam akal pikiran yang sehat. 
Selanjutnya mari kita tinjau teori kedua, teori ini lebih tersesat dan lebih keliru lagi jika dibandingkan dengan yang pertama, sebab jauhar (sel) tidak mungkin dapat menimbulkan susunan yang serapi ini, sebagaimana yang kita saksikan. Tidak pula dapat muncul kekuatan dan keindahan sebagaimana yang kita lihat. Coba bayangkan, apakah benda inti atau sel yang bagaimana pun juga keadaannya dapat menciptakan atau membedakan ciptaannya antara jenis lelaki dan perempuan, jantan dan betina, juga dapat mempertautkan antara kedua jenis itu dengan rukun seindah ini? Apakah patut sel itu yang membuat bumi ini dengan segala sesuatu yang ada di situ, baik manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan atau benda padat? 
Apakah sel itu dapat menggantungkan bumi kita ini di cakrawala, juga menjalankannya mengelilingi sumbunya yang sama sekali tidak pernah menggeser dari jalannya sekali pun hanya sekedar sehelai rambut, padahal sudah berjalan berjuta-juta tahun lamanya? Apakah sel itu pula menggerakkan jalannya bintang-bintang dan planet-planet yang sedemikian besar dan banyak dan perjalanannya sangat cepat, benar-benar mengherankan, tanpa pernah tabrakan sama sekali antara satu dengan yang lain? Patutkah kiranya dalam akal pikiran kita sel dapat mewujudkan atau membuat unsur-unsur lain yang merupakan sumber alam semesta? Patutkah sel itu yang mengatur demikian rapi dan cermat seluruh yang ada di jagat raya ini, menetap sampai suatu masa yang dikehendaki oleh Allah Taala dan masih sanggup menetap untuk selama-lamanya jika Allah Taala menghendakinya pula? 


Coba renungkan! Patutkah semua yang tersebut di atas itu terjadi sendiri? Sebenarnya, spesifik, hal ihwal dan bentuk benda atom yang amat kecil sekalipun sudah sangat membingungkan akal pikiran dan menakjubkan para ilmuan, karena menilik susunannya yang demikian rapi dan indah. Pendek kata susunannya sangat ajaib, bahkan hubungan yang terjadi antara bagian yang satu dengan bagian lainnya benar-benar membuat setiap orang yang menyaksikannya terpesona. Coba bayangkan hal itu! Apakah layak adanya susunan, rangkaian dan hubungan itu berlaku dengan kekuasaan sel sebagai benda mati? 
Cobalah perhatikan ucapan para ilmuwan yang bergelut dalam studi atom, apa yang mereka katakan?
Tentang benda atom, para sarjana mengatakan, “Sesuatu benda itu tersusun dari beberapa buah atom dan atom ini tidak dapat dilihat sekali pun dengan menggunakan mikroskop yang terkuat. Untuk membayangkan betapa kecilnya atom ini, bolehlah kita membayangkan bahwa apabila kita menyusun secara rapi sekali atom demi atom, ditumpuk satu dengan lainnya, jika kita berhasil menyusun sebanyak seratus juta buah atom, panjangnya baru kira-kira sehelai benang sutera. Sebagai ilustrasi dapat kita kemukakan bahwa dalam setetes air laut terdapat lima puluh juta buah atom emas murni. 


Atom tersusun dari unit, yang di sekitarnya berkeliling listrik yang bermuatan negatif yang disebut elektron. Pengelilingnya membentuk tata surya yang membulat. Antara setiap dua buah elektron terdapat ruang kosong mirip kekosongan ruang angkasa antara beberapa planet dengan matahari. Ini jika ditilik dari segi bentuk perkiraan jarak jauhnya. Timbangan dari unit terringan dapat mencapai 1850 kali timbangan elektron. Jika dua puluh ribu elektron disusun secara rapi antara satu dengan lainnya, maka panjang daerahnya adalah seperti panjang daerah atom itu. Dengan perkataan lain, bahwa perimbangan antara unit dengan atom itu adalah bagaikan kepala tongkat bila dibandingkan dengan sebuah rumah yang berukuran sedang. 
Elektron itu berputar mengelilingi unit dalam suatu susunan yang menyerupai susunan planet di waktu mengelilingi matahari, hanya sajini lebih banyak pemberian pengaruhnya tetapi lebih sedikit penentuan batasnya daripada susunan falak-falak planet itu. Jika sekiranya suatu benda yang terdiri dari unit-unit atom itu disusun satu dengan lainnya, tanpa ada ruang kosong di antara unit dan elektron-elektron itu, maka timbangannya sama dengan sepotong uang dua ketip di sekitar 40 juta ton. 
Adapun unit itu sendiri terdiri dari listrik yang bermuatan positif yang dinamakan proton. Jumlahnya sama dengan jumlah listrik yang bermuatan negatif yakni elektron yang berkeliling di sekitar unit itu sendiri. 
Di luar proton itu terdapat pula listrik-listrik lain yang bermuatan netral, inilah yang disebut netron. Sekiranya kita dapat menguraikan ikatan ini yakni ikatan yang ada antara proton dan netron atau lebih jelas lagi, andai kata kita dapat menyediakan jalan untuk melenyapkan sebuah netron dari kumpulan netron-netron yang mengelilingi proton itu, jika kita dapat memecahkannya, pasti akan menimbulkan suatu kekuatan yang dahsyat sekali. Orang yang mula-mula memecahkan ini ialah Profesor Einstein. Kekuatan itu sama dengan himpunan dalam perempatan kecepatan sinar yang diperkirakan dengan sentimeter setiap detik, demikian peliknya susunan atom itu. Selanjutnya jika kita berpindah dari persoalan atom dan kita menengadahkan kepala ke atas sebentar untuk melihat matahari, maka kita mendapatkan suatu keajaiban yang lebih luar biasa lagi. 


Resapkanlah apa yang dikemukakan oleh para sarjana kosmografi bahwa matahari adalah benda bulat berbentuk bola yang penuh berisi zat api yang jauh lebih dahsyat dan lebih dapat membakar dari semua api yang ada di bumi. 
Matahari lebih besar daripada bumi, lebih dari sejuta kali, jauhnya dari kita diperkirakan kira-kira 92.500.000 mil. Sekalipun demikian keadaan matahari itu, ia tidak lain hanya sebuah bintang saja dan bukan termasuk dalam golongan bintang yang terbesar. Ada suatu persoalan yang musykil tetapi amat menakjubkan yaitu pemecahan terakhir yang dilakukan akal pikiran para ahli falak dan sarjana-sarjana perbintangan. 
Sebagaimana diketahui dari ilmu pembentukan lapisan bumi terdapat sebuah uraian yang menyatakan bahwa matahari secara terus-menerus tetap memancarkan ukuran atau kadar panasnya, selama berjuta-juta tahun. Jika panas yang diberikan adalah hasil dari pembakaran, maka apakah sebabnya matahari tidak pernah kehabisan bahan bakar padahal sudah dipakai sejak berjuta-juta tahun yang lampau? Dengan keterangan ini jelas rasanya bahwa jalan pembakaran yang berlangsung pada matahari itu tidaklah sebagaimana yang lazim kita ketahui, sebab andai kata proses pembakaran itu seperti yang ada di bumi, maka untuk menerangi jagat ini hanya cukup untuk digunakan selama 6000 tahun saja, setelah itu pasti akan habis daya panasnya. 



Mengenai manfaat yang diberikan oleh matahari kepada kita semua, dapat kita ketahui bahwa matahari bukan hanya sebagai sumber cahaya dan api saja, tetapi matahari juga merupakan sumber dari susunan tata surya dan sumber kehidupan kita. Bukankah matahari yang menguapkan air lautan kemudian mengangkatnya ke atas dan berubah menjadi awan dan selanjutnya berubah menjadi hujan dan turun di atas permukaan bumi. Kemudian timbul saluran air sungai besar dan kecil yang dapat mengairi sawah ladang kita, lalu menumbuhkan tanam-tanaman. Selain itu matahari juga meniupkan angin, menyebabkan timbulnya gelombang lautan dan menjadikan udara menjadi bersih. Ia pula yang menggerakkan kapal dan perahu di tengah samudra besar, bahkan ia pula yang menjalankan kendaraan-kendaraan, memutar mesin-mesin letup dan lain-lain lagi. Betul bahwa mesin-mesin itu dijalankan oleh arang batu, tetapi bukankah arang batu itu berasal dari panas cahaya yang terpendam sejak bertahun-tahun yang lampau. Setelah lama tersimpan baru dapat diambil manfaatnya oleh manusia di kemudian hari. 
Ringkasnya, andaikata tidak ada matahari, pasti tidak akan ada kehidupan bagi binatang dan tumbuh-tumbuhan. Binatang-binatang menjadi bersemangat karena panas matahari, burung-burung pun bersiul setelah tampak sinarnya, mengucapkan tasbih serta memahasucikan Zat Yang Maha Menciptakannya. Juga karena panas dan sinar matahari itu pula tanam-tanaman tumbuh, pohon-pohon menjadi kian hari kian bertambah besar, bunga-bunga pun muncul, buah-buahan pun menjadi masak, dan banyak lagi realita lain yang ditimbulkan. 


Kita semua berutang budi pada matahari, karena kita terpaksa menggantungkan hasil makan dan minum kita semua kepadanya. Itulah sebab adanya kita di atas permukaan bumi ini. 
Jika kita sekalian sudah puas melihat keindahan dan kedahsyatan matahari, maka mari kini kita melihat ke benda lain. Kita akan menemukan bahwa sedekat-dekat bintang yang ada di samping bumi kita ini setelah matahari sama dengan 260.000 kali jauh matahari dari kita. 
Ini dianggap sebagai bintang yang tersuram cahayanya kalau ditilik dari galaksi Bimasakti yang oleh orang-orang kuno disebutkan dengan nama “Jalan penanaman”. Bahkan tata surya yang terdiri dari berbagai bintang yang merupakan tata surya kita ini hanya dianggap sebagai sebuah atom kecil saja, jika dibandingkan dengan gugusan Bimasakti itu, sebab isi kandungannya sebanyak seratus juta bintang yang terpencar dan tersebar luas seolah-olah bagaikan suatu bidang yang luas secara nisbi. 
Pengarang buku Ilmu Falak Umum yang bernama Herbert Spenser Jones berkata, “Cahaya memakan waktu selama seratus ribu tahun untuk dapat sampai antara kedua tepi gugusan bintang-bintang Bimasakti. Sebagaimana dimaklumi bahwa cahaya berjalan dengan kecepatan 176.000 mil per detik atau 300.000 kilometer. Berdasarkan uraian ini, maka ketentuan cahaya setahun sama dengan sepuluh bilyun kilometer. Padahal apa yang dikenal dengan nama gugusan bintang-bintang Bimasakti yang sudah mencapai ukuran sebagaimana diuraikan di atas, akal pikiran manusia sudah pasti tidak akan meraihnya, kiranya tidak lain hanyalah salah satu dari sekian banyak susunan yang ada di alam cakrawala yang sama sekali tidak dapat dihitung.” 


Masih ada yang tertinggal yang perlu kita maklumi yakni bahwa sedekat-dekat tata surya yang mendampingi tata surya kita ini jauhnya tujuh ratus ribu tahun cahaya. Kini setelah kita mengetahui dan memahami uraian di atas, mari kita renungkan kemudian bertanya, “Apakah mungkin diterima akal bahwa semua keadaan semacam susunan tata surya dan lain-lain itu timbul hanya dari sel atau dengan jalan proses yang ditumbuhkan oleh sel belaka? Sesungguhnya pendapat yang mengatakan bahwa sel itu permulaan adanya alam semesta, yang sedemikian itu sungguh-sungguh tidak dapat tergambar oleh akal yang sehat, tidak pula cocok dengan ilmu pengetahuan yang hakiki dan agaknya tidak seorang pun yang akan mengatakannya melainkan jika ia telah kehilangan ciri khas yang membedakan antara manusia dengan yang bukan manusia. Manusia semacam ini rasanya sudah tidak dapat menemukan kebenaran dan tidak pula dapat membedakan sesuatu dari yang lainnya.” 
Seorang filosof bangsa Jerman, bernama Edward Harenman wakil dari Syopenhor berkata dalam bukunya yang bernama Aliran Darwin, “Sebenarnya pendapat yang menetapkan ketidaksengajaan dalam alam semesta ini yang dianut oleh pengikut Darwinisme adalah suatu pendapat yang sama sekali tidak dapat dibuktikan. Itu hanyalah disebabkan karena adanya angan-angan salah yang sama sekali tidak ada dasarnya dalam penyelidikan ilmu pengetahuan.” 


Profesor Von Bayer dari Jerman dalam bukunya yang berjudul Kedangkalan Aliran Darwin mengatakan, “Apabila golongan Darwinisme melancarkan suara sekeras-kerasnya bahwa memang tidak ada kesengajaan dalam pembuatan atau penciptaan alam semesta ini, atau dengan kata lain bahwa alam ini terjadi hanya karena suatu proses kebetulan belaka yang semata-mata terpimpin oleh kedaruratan yang buta, maka saya berkeyakinan bahwa salah satu kewajiban saya ialah saya harus menyatakan di sini apa yang telah menjadi keyakinan dan kepercayaan saya dalam persoalan ini. Keyakinan saya itu adalah sebagai kebalikan sama sekali dari yang tersebut di atas. Saya berpendapat bahwa semua kedaruratan inilah justru yang membuktikan bahwa di sana ada berbagai tujuan yang luhur dan besar." 
Imam Muhammad Farid Wajdi, rahimahullah, setelah menguraikan ini, di akhir katanya menyebutkan, “Jika sekiranya kita dapat merasa puas dengan beratus-ratus puncak ilmu pengetahuan dan filsafat mengenai pendapat tidak adanya unsur kesengajaan dalam penciptaan alam semesta dan jagat raya ini, maka tentulah kita tidak diharuskan untuk mengikuti yang itu lebih dari apa yang sudah jelas tertera dalam nas-nas agama (dalil naqal).” Oleh sebab itu, manakala sudah tetap bahwa penciptaan alam semesta ini memang karena adanya kesengajaan, maka tetap pulalah perihal adanya Tuhan yang mengatur dan bijaksana dari jalan yang sama-sama dapat dirasakan.” 
Dengan demikian tidak ada jalan lain untuk membantah atau mengingkarinya dan ini tepat sekali dengan apa yang difirmankan oleh Allah Taala, “Apakah dalam Zat Allah masih ada keragu-raguan, yaitu Tuhan Maha Pencipta langit dan bumi?" (Q.S. Ibrahim:10) 


Kini kita kembali kepada perbincangan mengenai tiga macam teori di muka. Jika yang pertama dan yang kedua sudah dapat diyakinkan ketidakbenarannya, sebab memang nyata-nyata keluar dari areal yang dapat diterima oleh akal pikiran serta cara penyelidikan dan ilmu pengetahuan, maka tidak ada lain yang dapat digunakan sebagai pegangan kecuali teori yang ketiga. Adapun isi dari teori ini ialah bahwa jagat raya yang maujud ini pasti ada penciptanya dan pengaturnya. Inilah yang pasti sesuai dengan akal pikiran serta cara penelitian yang sehat. Pendapat semacam itu pula yang menyebabkan Socrates mempercayai serta beriman kepada Allah, juga yang dapat menundukkan Aristophanes yang mengingkari adanya tuhan. Keduanya pernah mengadakan suatu polemik yang kami kutip sebagai berikut: 
Socrates: Adakah orang-orang yang mengherankan Tuan karena kepandaian mereka atau karena keindahan karyanya? 
Aristophanes: Ya ada, seperti dalam hal sajak atau puisi saya sangat kagum kepada syair-syair cerita dari Homero, dalam bidang lukisan kepada Zoxes dan dalam hal pembuatan patung kepada Polextic. 
Socrates: Pencipta-pencipta manakah yang kiranya patut lebih dikagumi, apakah pencipta gambar-gambar yang tidak dapat memberi akal dan kehidupan ataukah pencipta makhluk yang mampu memberinya akal pikiran serta kehidupan? 


Aristophanes: Tentu saja patut lebih dikagumi pencipta makhluk yang dapat merasakan kenikmatan dan memiliki akal pikiran serta kehidupan. Tetapi itu terjadi sebagai hasil dari kebetulan belaka! 
Socrates: Apakah kiranya patut dianggap sebagai hal yang kebetulan, jika sekiranya anggota-anggota tubuh ini digunakan untuk maksud dan tujuan tertentu. Misalnya mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lidah untuk merasakan. Lihat pula seperti mata ini di sekitarnya terdapat berbagai penjagaan, karena sangat sensitif dan sangat lemah. Oleh karena itu di waktu tidur pasti tertutup atau di waktu ada keperluan, dilindungi pula dengan bulu mata dan alis di atasnya. Demikian pula telinga, di dalamnya diberi suatu alat penerima yang dapat menampung segenap macam suara dan masih banyak lagi contoh yang lain. Cobalah tuan pikirkan, patutkah itu semua terjadi sebagai hasil dari kebetulan? Selain itu dapat pula dikemukakan adanya kecondongan dalam hati untuk mempunyai keturunan, begitu pula perasaan iba dan kasih sayang yang ada di dalam kalbu setiap ibu terhadap anaknya, padahal suatu hal yang amat jarang sekali bahwa seorang ayah atau ibu dapat menerima balasan atau keuntungan dari anaknya. Sementara itu bagaimana hal-ihwal seorang bayi yang dengan sendirinya lalu dapat memperoleh pengertian untuk menyusu dan cara menyusunya, sebentar setelah ia dilahirkan. Apakah menurut pendapat Tuan hal itu semua terlaksana hanya sebagai hasil yang didapat secara kebetulan? 
Aristophanes: Tentunya bukan karena kebetulan. Yah, saya baru mengerti sekarang dengan secara pasti bahwa di sana memang ada petunjuk akan adanya penciptaan. Tetapi yang pasti ialah bahwa yang menciptakan itu tentu bersifat sangat agung sekali, yang mencintai akan adanya segala yang hidup. Namun masih ada yang membingungkan otak saya mengapa kita semua tidak dapat melihat yang menciptakan itu? 


Socrates: Kalau begitu kita sudah menemukan titik yang sama yaitu mengakui adanya pencipta yang agung dan mencintai kehidupan di alam semesta ini. Tentang persoalan mengapa kita tidak dapat melihat pencipta itu, maka saya ingin mendapat jawaban Tuan, apakah Tuan merasa mempunyai nyawa, sebab kalau Tuan tidak bernyawa, tentunya Tuan sudah mati. Punyakah atau tidak? 
Aristophanes: Ya, tentu saja saya punya. Mengapa? 
Socrates: Jika demikian sudah mudah pemecahannya. Mengapa Tuan sendiri tidak dapat melihat nyawa yang menguasai diri Tuan sendiri. Jadi kalau Tuan tidak pernah melihat nyawa Tuan, apakah ini berarti kita boleh mengatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang timbul dari diri Tuan itu adalah semata-mata disebabkan karena secara kebetulan semua tanpa ada pemikiran sebelumnya? 


 
Sampai di sini selesailah percakapan kedua orang ahli filsafat itu, yang sungguh-sungguh berfaedah untuk diresapkan dan direnungkan dalam-dalam. Maha Benar Allah swt. yang berfirman, “Dan setengah daripada tanda-tanda (ayat-ayat) mengenai adanya Allah ialah malam dan siang, serta matahari dan bulan. Janganlah kamu semua bersujud kepada matahari atau kepada bulan. Tetapi bersujudlah kepada Allah yang Maha Menciptakan semuanya itu, jika kamu semua benar-benar menyembah-Nya.” (Q.S. Fushshilat:37)

Kode Babi Pada Makanan




 Sebuah cerita tentang hal ini 

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan.

Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan pengawas Obat dan Makanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.
 
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab ” KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA!’.

Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim di dunia. Hampir diseluruh negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000.

Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang eropa dan amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan ekarang; dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? jawabannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di rumah-rumah jagal dalam pengawasan Badan POM dan yang membuat pusing Badan tersebut adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.


Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar. Kemudian mereka berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal ujicobanya mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil. Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan. Dalam pada itu negara-negara di Eropa memberlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantukam dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk. Mereka yang sudah tinggal di Eropa selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut.

Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi Negara pengekspor. Menoleh ke masa lalu, jika anda hubungkan dengan Asia Tenggara, anda mungkin tahu tentang factor yang menimbulkan perang saudara. Pada saat itu, peluru senapan dibuat di Eropa dan diangkut ke belahan benua melalui jalur laut. Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai tempat tujuan sehingga bubuk mesiu yang ada di dalamnya mengalami kerusakan karena terkena air laut.

Kemudian mereka punya ide untuk melapisi peluru tersebut dengan lemak babi. Lapisan lemak tersebut harus digigit dengan gigi terlebih dahulu sebelum digunakan. Saat berita mengenai pelapisan tersebut tersebar dan sampai ketelinga tentara yang kebanyakan Muslim dan beberapa Vegetarian ( orang yang tdk makan daging), maka tentara – tentara tersebut menolak berperang sehingga mengakibatkan perang saudara (civil war).

Negara-negara Eropa mengakui fakta tersebut dan kemudian menggantikan penulisan lemak babi dalam kemasan dengan menuliskan lemak hewan. Semua orang yang tinggal di Eropa sejak tahun 1970 – an mengetahuinya. Saat perusahaan produsen ditanya oleh pihak berwenang dari negara Islam mengenai lemak hewan tersebut, maka jawabannya bahwa lemak tersebut adalah lemak sapi & domba, walaupun demikian lemak-lemak tesebut haram bagi muslim karena penyembelihan hewan ternak tersebut tidak mengikuti syariat islam. Oleh karena itu produk dengan label baru tersebut dilarang masuk ke negara-negara islam. Sebagai akibatnya, perusahan-perusaha produsen menghadapi masalah keuangan yang sangat serius karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produknya ke Negara islam, dimana laba penjualan ke negara islam bias mencapai milliaran dolar.

Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut diawali dengan kode E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biscuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & obat-obatan lainnya. Semenjak produk – produk tersebut di atas banyak dikonsumsi oleh negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu,kekerasan dan seks bebas(kumpul kebo).

Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi :


E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214,
E216, E234,E252,E270, E280, E325,E326, E327, E334,
E335, E336, E337, E422, E430,E431, E432, E433,E434,
E435, E436, E440,E470, E471, E472, E473, E474,
E475,E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492,
E493,E494, E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat islam untuk mengikuti syariat islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara-saudara kita.

Semoga manfaat, 
M. Anjad Khan
Medical Research Institute 
United States.

Source : yasirimran.com
 
 

Bahaya Daging Babi Bagi Manusia

 
Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendiri sampai kotoran manusia. Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur, memiliki sifat tamak, dan tidak memiliki kehendak dan daya juang, bahkan untuk membela diri sekalipun.
Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:
Cacing Taenia Sollum
Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter. Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini bisa mengeluarkan racun.
Apabila pada diri seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas. Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan.
Cacing Trichinia Spiralis
Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh. Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian.
Bisa jadi, cacing jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat. Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.
Cacing Schistosoma Japonicus
Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang berasal dari kotoran babi. Cacing ini dapat menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati. Cacing ini berkembang dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20.000 telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati. Terkadang juga menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat pada kelumpuhan dan kematian.
Fasciolepsis Buski
Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia. Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah China dan Asia Timur. Parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan di sekujur tubuh, serta bisa menyebabkan kematian.
Cacing Ascaris
Panjang cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.
Cacing Anklestoma
Larva cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar. Cacing ini bisa menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh, pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.
Calornorchis Sinensis
Ini jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana biasa memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.
Cacing Paragonimus
Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China dan Asia Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru. Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat, karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.
Swine Erysipelas
Parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.
Sedang kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal (scabies), dan Kuman Rusiformas N.
 
Dalam berbagai argumentasi, sebagian orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut. Namun pengetahuan ini masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang benar adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama. Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun). Kalau sudah demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk dikonsumsi?
Memang benar dalam tubuh sapi juga ada cacing. Cacing tersebut diberi nama T. Saginata. Tapi babi sendiri kadang-kadang juga menjadi sarang cacing jenis ini. Namun demikian ada perbedaan yang mendasar antara cacing yang terdapat pada sapi dan cacing yang ada pada babi. Saginata yang ada pada babi melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh manusia sedangkan saginata yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam sapi dan tidak hidup di dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur masuk dalam tubuh manusia. Adapun keberadaan saginata dalam tubuh manusia mungkin disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam tubuh babi.
Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan menjelaskan kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainnya:
Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35%
Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20%
Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%
Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.
Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.
Jika ada yang bertanya: buat apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan? Kita bisa jawab: di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya. Namun jika dia masih juga bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya?
Tayangan www.youtube.com tentang daging babi (parodi):http://www.youtube.com/watch?v=XdguyMJprsA
Eksperimen daging babi dan coke (dokumenter dan parodi):http://www.youtube.com/watch?v=f3IOvFA8LLE&feature=related

Kutipan Motivasi


"Hiduplah tanpa penyesalan".
"Penantian itu menentukan yang terbaik, penantian itu bukan hanya sebuah kepuasan diri".
"Friend forever, smile together".
"Jangan pernah mengeluh".
"Terkadang seseorang tidak bisa menjadi sesuatu yang kita harapkan".
"Bahagia itu saat dalam hidup kita gak mengharapkan apapun".
"Kadang kita harus keras terhadap diri sendiri".
"Apalah artinya hidup tanpa masalah".
"Cinta itu datang kepada orang yang tidak takut dikecewakan dan disakiti".
"Mencintai seseorang itu dari kekuranganya, dan menyayangi dari kelebihanya".
"Hidup yang berkesan adalah penuh hal-hal tak terduga".
"Memang terkadang hidup ga sesuai dengan apa yang kita inginkan".
"Bahagia itu melakukan sesuatu yang disukai bersama dengan orang yang disayangi".
"Tuhan sering mengunjungi kita, tapi kita sering tidak ada dirumah".
"Dalam hidupku, aku sendirilah yang menentukan sedih, susah, senang, dan bahagia".
"Kadang kita baru menyadari bahwa orang tersebut begitu berarti buat kita setelah kita kehilangan".
"Bukan laut namanya jika tak berombak, bukan cinta namanya jika tak pernah sakit hati, dan bukan kekasih namanya jika tak pernah cemburu dan merindu".
"Melakukan sesuatu tanpa persiapan merupakan hal yang bodoh".
"Lakukan apa yang kamu yakini dan selalu berharap".
"Kadang apa yang kita pikir baik buat kita ternyata tidak baik".
"Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, dan hari ini adalah anugerah".
"Kita boleh kehilangan, tapi harapan ga boleh".
"Jangan biarkan Jakarta merubahmu, tapi kamulah yang harus merubah Jakarta".
"Kunci kebahagiaan bukan kesuksesan, tapi kebahagiaan adalah jalan menuju kesuksesan".
 "Aku tidak takut percaya dan kecewa, yang aku takutkan adalah jika aku tidak punya hati untuk percaya kepada sesamaku".
"Dunia itu ga seluas daun kelor".
"Dalam kehidupan orang dewasa tidak ada kata MUDAH".
"Hidup terasa berat saat kita memikirkannya".
"Dua tiga kali tertawa disini, berkali-kali menangis disini".
"Kadangkala kita harus mengorbankan keinginan kita untuk tujuan lain".
"Jika kita menginginkan sesuatu yang belum pernah kita miliki, kita harus rela melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan".
"Manusia sejati harus bisa memaafkan diri sendiri dan mulai bertanggung jawab".
"Jangan berusaha jadi orang pandai, tapi berusahalah jadi orang yang berguna".
"Penyesalan itu selalu datang terlambat".
"Hidup adalah pilihan".

Sample Text

Sample Text

Trending Topic

Flag Counter

Blog Archive

Pengikut

Google+ Followers

About Me

Foto Saya

HIDUP ADALAH PERJUANGAN MENUJU AKHIRAT