Mahar Nikah yang Paling Baik


Ada hadits berikut yang bisa diambil pelajaran.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الصَّدَاقِ أَيْسَرَهُ
Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.
Dalam riwayat Abu Daud dengan lafazh,
خَيْرُ النِّكَاحِ أَيْسَرُهُ
Sebaik-baik nikah adalah yang paling mudah.
(HR. Abu Daud, no. 2117; Al-Hakim, 2: 181-182. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim juga shahih sebagaiman dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, 6: 344
Hadits di atas menunjukkan bahwa mahar yang paling bagus dan menjadi mahar terbaik adalah mahar yang paling mudah untuk dipenuhi. Inilah yang dipersiapkan oleh calon suami, hendaklah pihak wanita dan perempuan mudah menerima hal ini. Kalau maharnya itu serba sulit dan memberatkan, itu menyelisihi yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Padahal kalau kita lihat yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mahar yang beliau berikan pada istrinya hanyalah 12,5 uqiyah, itu sekitar 500 dirham, setara dengan 15 juta rupiah. Ini mahar di masa silam yang tidak terlalu mahal.
Ada hadits pula dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مِنْ يُمْنِ الْمَرْأَةِ أَنْ تَتَيَسَّرَ خِطْبَتُهَا وَأَنْ يَتَيَسَّرَ صَدَاقُهَا وَأَنْ يَتَيَسَّرَ رَحِمُهَا
Termasuk berkahnya seorang wanita, yang mudah khitbahnya (melamarnya), yang mudah maharnya, dan yang mudah memiliki keturunan.” (HR. Ahmad, 6: 77. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Mudahnya mahar memiliki manfaat yang begitu besar:
  1. Mengikuti sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Memudahkan para pemuda untuk menikah.
  3. Mudahnya mahar akan menyebabkan cinta dan langgengnya kasih sayang.

Semoga bermanfaat. Bagi yang belum menikah, segeralah menikah. Kami doakan, moga mendapatkan pasangan yang maharnya mudah.



Sumber: rumaysho

Syarat Wanita Berkarir


Perlu dipahami bahwa sebaik-baik tempat bagi wanita adalah di rumahnya. Inilah yang dipuji dalam berbagai ayat.
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu.” (QS Al Ahzab: 33).
Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas bahwa janganlah wanita keluar rumah kecuali ada hajat seperti ingin menunaikan shalat di masjid selama memenuhi syarat-syaratnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 182).

Wanita yang betah di rumah inilah yang lebih menjaga diri. Wanita karir begitu bebas bergaul dengan lawan jenis di kantor, tanpa kenal batas. Padahal Allah Ta’ala memuji wanita yang menjaga dirinya,
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” (QS. An Nisa’: 34).
Ath-Thabari berkata dalam kitab tafsirnya (6: 692), “Wanita tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga kemaluan dan harta suami. Di samping itu, ia wajib menjaga hak Allah dan hak selain itu.”

Alasan wanita lebih baik di rumah, menjadi IRT (Ibu Rumah Tangga) karena wanita itu aurat. Disebutkan dalam hadits dari ‘Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا
Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1685 dan Tirmidzi no. 1173. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Syarat Wanita Bekerja dan Berkarir di Luar Rumah

Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah, guru kami saat belajar di Riyadh menyebutkan dalam kitab Tambihaat ‘ala Ahkam Takhtash bi Al-Mu’minaat (hlm. 12) mengenai syarat wanita boleh bekerja di luar rumah sebagai berikut:

Pertama :
Pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang ia butuhkan atau pekerjaan yang dibutuhkan masyarakat karena tidak mungkin tergantikan oleh laki-laki.

Kedua:
Bekerja di luar rumah dilakukan setelah pekerjaan pokok di rumah beres.

Ketiga:
Pekerjaan yang dilakukan berada di lingkungan para wanita (jauh dari interaksi dengan pria) seperti sebagai pengajar bagi murid-murid perempuan dan merawat pasien wanita.


Sumber : https://rumaysho.com/14618-syarat-wanita-bekerja-dan-berkarir.html

Hukum Wanita Membuka Hijab Dihadapan Wanita Kafir


Bagaimana jika ada seorang wanita muslimah menampakkan rambutnya atau membuka jilbabnya di hadapan wanita kafir?
Coba renungkan lagi ayat berikut,
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” (QS. An-Nur: 31).
Pada kalimat “أَوْ نِسَائِهِنَّ” yang dimaksudkan di sini adalah boleh menampakkan perhiasan wanita di hadapan wanita muslimah, bukan di hadapan wanita kafir (ahlu dzimmah).
Mujahid rahimahullah mengatakan bahwa “nisaihinna” dalam ayat yang dimaksud adalah wanita muslimah, bukan wanita kafir.
Mujahid mengatakan janganlah sampai wanita muslimah khimarnya di hadapan wanita musyrik. Karena dalam ayat hanya disebut nisaihinna ‘wanita mereka’ artinya wanita musyrik bukanlah bagian dari wanita beriman. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 529)
Dalam Ensiklopedia Fikih disebutkan, mayoritas fuqaha yaitu ulama Hanafiyah, Malikiyah dan pendapat yang paling kuat dalam madzhab Syafi’i menyatakan bahwa aurat wanita muslimah di hadapan wanita kafir yang bukan mahram adalah seperti aurat laki-laki di hadapan wanita yang bukan mahramnya. Oleh karena itu tidak boleh memandang pada badan wanita tersebut. Wanita muslimah tidak boleh menampakkan badannya di hadapan wanita kafir tadi. Alasannya adalah ayat yang dibawakan di atas. (Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 31: 47)




Hukum Membuka Hijab Dihadapan Sesama Wanita


Bagaimana aurat wanita dengan sesama wanita? Bagaimana jika ada seorang wanita muslimah menampakkan rambutnya atau membuka jilbabnya di hadapan sesama wanita muslimah?

Kita bisa ambil pelajaran dari ayat berikut ini, Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” (QS. An-Nur: 31).

Pada kalimat “أَوْ نِسَائِهِنَّ” yang dimaksudkan di sini adalah boleh menampakkan perhiasan wanita di hadapan wanita muslimah, bukan di hadapan wanita kafir (ahlu dzimmah).
Mujahid rahimahullah mengatakan bahwa “nisaihinna” dalam ayat yang dimaksud adalah wanita muslimah, bukan wanita kafir.
Mujahid mengatakan janganlah sampai wanita muslimah khimarnya di hadapan wanita musyrik. Karena dalam ayat hanya disebut nisaihinna ‘wanita mereka’ artinya wanita musyrik bukanlah bagian dari wanita beriman. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 529)
Dalam Ensiklopedia Fikih disebutkan, para fuqaha menyatakan bahwa aurat wanita di hadapan sesama wanita muslimah adalah seperti aurat lelaki di hadapan sesama lelaki, yaitu auratnya antara pusar dan lutut. Oleh karenanya, boleh memandang seluruh tubuhnya selain bagian yang dikecualikan tadi. Hal ini berlaku karena mereka itu sesama jenis dan tidak adanya syahwat (nafsu) secara umum. Namun jika memang dikhawatirkan timbul syahwat dan godaan yang besar, baiknya tidak ditampakkan. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 31: 47-48)




Sumber : rumaysho

Perbedaan Wanita Jahiliyah dan Muslim


Dalam risalah pertama kami ini akan dijelaskan bagaimanakah perlakuan pada wanita di masa jahiliyah dibandingkan di masa Islam ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus.

Pertama: Bayi wanita dimuliakan dalam Islam, sebelum Islam dikubur hidup-hidup


Lihat saja pada masa sebelum Islam ketika ada anak wanita yang lahir, maka orang Arab dahulu merasa tidak suka. Coba lihat bentuk ketidaksukaan mereka sebagaimana disebut dalam ayat berikut ini.
وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ (57) وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (59)
“Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl: 57-59)
Orang musyrik menyatakan bahwa para malaikat yang benar-benar terus beribadah pada Allah sebagai anak perempuan Allah. Sedangkan untuk mereka orang musyrik ditetapkan apa yang mereka sukai yaitu anak laki-laki. Orang musyrik benar-benar sangat tidak suka dengan lahirnya anak perempuan. Makanya ketika anak perempuan itu lahir wajah mereka menghitam sebagai tanda bahwa telah mendapatkan musibah. Mereka sangat sedih kala itu. Mereka malu dan menyembunyikan diri dari orang banyak. Ada dua hal yang terjadi pada mereka:
Menanggung malu
Menguburkan anak perempuan dalam tanah hidup-hidup.
Alangkah buruknya apa yang orang musyrik lakukan. Mereka tidak suka pada anak perempuan dan menetapkan apa yang tidak mereka sukai pada Allah Ta’ala. Demikian keterangan dari Syaikh As-Sa’di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 443.
Kata Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (4: 687) orang musyrik menjadikan malaikat sebagai perempuan dan menjadikannya sebagai anak perempuan Allah, lantas mereka menyembah malaikat tadi bersama Allah (berbuat syirik). Ada tiga kekeliruan dari perbuatan orang musyrik tersebut:
Menyatakan Allah memiliki anak, padahal Allah tidak memiliki anak.
Orang musyrik menyandarkan anak perempuan pada Allah padahal perempuan itu lemah dibanding laki-laki.
Anak perempuan sendiri tidaklah mereka sukai pada diri mereka.
Demikian nukilan dari Ibnu Katsir.
Bukti bahwa anak perempuan itu dikubur hidup-hidup adalah firman Allah Ta’ala,
وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ (8) بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ (9)
“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.” (QS. At-Takwir: 8-9).
Mereka orang musyrik kalau mendapati anak perempuan yang lahir, mereka kubur hidup-hidup. Jika selamat dari siksaan seperti itu, maka anak perempuan itu akan hidup dalam keadaan hina. Contohnya diperlakukan dengan tidak menambahkan hak waris. (Lihat Tambihaat ‘ala Ahkam Takhtasshu bi Al-Mu’minaat, hlm. 8)
Bukti bahwa anak perempuan dimuliakan di masa Islam ketika lahir adalah ia tetap diaqiqahi dengan satu ekor kambing.
Disebutkan dalam hadits berikut.
عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ أَنَّهُمْ دَخَلُوا عَلَى حَفْصَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَسَأَلُوهَا عَنِ الْعَقِيقَةِ فَأَخْبَرَتْهُمْ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ.
Dari Yusuf bin Mahak, mereka pernah menemui Hafshah binti ‘Abdirrahman. Mereka bertanya kepadanya tentang hukum aqiqah. Hafshah mengabarkan bahwa ‘Aisyah pernah memberitahu dia bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk menyembelih dua ekor kambing yang hampir sama (umurnya ) untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.” (HR. Tirmidzi, no. 1513; Ibnu Majah, no. 3163. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Kedua: Wanita mendapatkan jatah waris, beda dengan masa Jahiliyah yang tidak ada jatah sama sekali


Kalau di masa Jahiliyah, anak perempuan tidak mendapatkan jatah waris. Ini adalah efek dari mendapatkan bayi perempuan hingga mesti menahan malu dan hina.
Ibnu Katsir menyatakan, orang Jahiliyah menjadikan seluruh jatah waris untuk laki-laki, perempuan tidak mendapatkan jatah sama sekali. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 3: 27)
Setelah Islam datang, anak perempuan akhirnya mendapatkan jatah waris. Dalam ayat disebutkan,
يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ
“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta.” (QS. An-Nisa’: 11)
Ibnu Katsir menyebutkan alasan kenapa sampai jatah laki-laki dibuat dua kali dari perempuan.Itu karena kebutuhan laki-laki yang begitu besar. Ia mesti menanggung nafkah keluarga, bisa untuk ia berdagang dan mencari kerja, ia mesti menanggung berbagai beban berat. Jadinya wajar kalau jatah laki-laki dua kali dari perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 3: 27)

Ketiga: Memiliki istri dibatasi di masa Islam


Di masa Jahiliyah sebelum Islam, memiliki istri itu tidak dibatasi. Buktinya ada dalam hadits-hadits berikut ini.
عَنْ قَيْسِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ أَسْلَمْتُ وَعِنْدِى ثَمَانِ نِسْوَةٍ فَأَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا
Dari Qois bin Al Harits, ia berkata, “Ketika aku masuk Islam, aku memiliki delapan istri. Aku pun mengatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal tersebut, lalu beliau bersabda: Pilihlah empat saja dari kedelapan istrimu tersebut.” (HR. Ibnu Majah, no. 1952; Abu Daud, no. 2241. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini).
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ غَيْلاَنَ بْنَ سَلَمَةَ الثَّقَفِىَّ أَسْلَمَ وَلَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ فِى الْجَاهِلِيَّةِ فَأَسْلَمْنَ مَعَهُ فَأَمَرَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يَتَخَيَّرَ أَرْبَعًا مِنْهُنَّ
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Ghaylan bin Salamah Ats-Tsaqofiy baru masuk Islam dan ia memiliki sepuluh istri di masa Jahiliyyah. Istri-istrinya tadi masuk Islam bersamanya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar ia memilih empat saja dari istri-istrinya. (HR. Tirmidzi, no. 1128. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dalam riwayat Ibnu Hibban disebutkan,
أَمْسِكْ أَرْبَعًا وَفَارِقْ سَائِرَهُنَّ
“Pilih empat istri dan pisah dengan yang lain.” (HR. Ibnu Hibban 9: 465, perowinya tsiqoh termasuk perowi shahihain sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth). Setelah membawakan hadits ini, Abu Bakr Al-Hishniy berkata, “Seandainya dibolehkan lebih dari empat istri, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak perintahkan untuk menceraikan istri yang lain (hingga tersisa empat).” (Kifayah Al-Akhyar, hlm. 399).
Adapun pembatasan istri disebutkan dalam ayat Al Qur’an,
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisa’: 3).
Dari ayat ini, Syaikh Prof. Dr. Musthofa Al-Bugha mengatakan, “Jika disebutkan bahwa nikahilah dua, tiga, atau empat, maka dipahami bahwa tidak bolehnya menggabungkan lebih dari empat istri sekaligus.” (Lihat At-Tadzhib, hal. 173).

Akan tetapi ada dua syarat yang mesti diperhatikan untuk bisa berpoligami:
Pertama: Adil dalam perkara lahir, yaitu dalam nafkah dan pembagian malam. Adapun adil dalam hal batin, maka tidaklah wajib karena sulit dilakukan.  Inilah yang dimaksud dalam firman Allah Ta’ala,
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” (QS. An Nisa’: 129). Yang dimaksud dalam ayat ini adalah sulitnya berbuat adil dalam hal batin, yaitu kecintaan di hati.
Kedua: Kemampuan harta dan badan. (Lihat Hasyiyah ‘ala Al-Qaul Al-Mukhtar karya Dr. Sa’adud Din bin Muhamad Al-Kubiy, 2: 51).

Hati-hati jika tidak bisa berbuat adil ketika berpoligami. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ
“Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka ia datang pada hari kiamat dalam keadaan badannya miring.” (HR. Abu Daud, no. 2133; Ibnu Majah no. 1969; An-Nasa’i, no. 3394. Syaikh Al Albani menyatakan hadits tersebut shahih sebagaimana dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 1949)
Al-‘Azhim Abadi berkata, “Siapa yang memiliki dua isteri –misalnya- lantas ia tidak berbuat adil terhadap keduanya. Ia lebih cenderung pada salah satunya, tidak pada yang lainnya, maka salah satu sisi badannya akan mengalami kelumpuhan.”
Beliau mengatakan pula, “Hadits di atas menunjukkan bahwa wajib bagi suami untuk menyamakan dan tak boleh condong pada salah satunya, yaitu dalam hal pembagian malam dan nafkah. Ini bukan berarti mesti sama dalam hal kecintaan. Kecintaan tersebut tak bisa seseorang membuatnya sama.” (‘Aun Al-Ma’bud, 6: 124).


Sumber : Rumaysho

Hukum Memakai Pakaian Ketat Depan Suami


Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menyatakan, boleh saja seorang istri mengenakan pakaian ketat di hadapan suaminya. Seperti ini tidak dianggap sebagai bentuk menyerupai pakaian orang kafir. Karena yang disebut tasyabbuh atau menyerupai orang kafir yang terlarang adalah menyerupai pada sesuatu yang jadi ciri khas mereka, yang di mana yang ditiru bukanlah hal yang ditemukan pada kaum muslimin.
Kata beliau lagi, memakai pakaian yang kecil (ketat) termasuk dalam bentuk berhias di hadapan suami. Seperti itu tidak disebut tasyabbuh yang tercela. Karena semua orang melakukan hal yang sama, bukan orang kafir saja.
Namun hati-hati jika bertabarruj (berdandan) seperti itu untuk di luar rumah atau berhias seperti itu di hadapan yang bukan mahram, jelas seperti itu dilarang. (Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, https://islamqa.info/ar/224003)
Dalil yang menunjukkan hendaknya wanita tidak memakai pakaian ketat (saat keluar rumah) adalah hadits dari Usamah bin Zaid di mana ia pernah berkata,
“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah memakaikanku baju Quthbiyyah yang tebal. Baju tersebut dulu dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau. Lalu aku memakaikan baju itu kepada istriku. Suatu kala Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menanyakanku: ‘Kenapa baju Quthbiyyah-nya tidak engkau pakai?’. Kujawab, ‘Baju tersebut kupakaikan pada istriku wahai Rasulullah’. Beliau berkata, ‘Suruh ia memakai baju rangkap di dalamnya karena aku khawatir Quthbiyyah itu menggambarkan bentuk tulangnya.’” (HR. Ahmad dengan sanad layyin, namun punya penguat dalam riwayat Abi Daud. Ringkasnya, derajat hadits ini hasan).
Ini adalah sejelas-jelasnya dalil yang menunjukkan haramnya mengenakan pakaian yang membentuk lekuk tubuh. Pakaian Quthbiyyah adalah pakaian dari Mesir yang tipis. Jika tidak dikenakan baju rangkap di dalamnya, maka akan nampak bentuk tulangnya sehingga nampaklah aurat wanita. Bahkan nampak pula warna kulitnya. Demikian kata Syaikh ‘Amru bin ‘Abdil Mun’im Salim dalam kitab beliau Jilbab Al Mar-ah Al-Muslimah, hlm. 23.
Adapun larangan tabarruj disebutkan dalam ayat,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu” (QS. Al-Ahzab: 33).



Dampak Nikah Terhadap Kemudahan Rezki


Banyak yang sudah membuktikan bahwa dengan menikah akan terbuka pintu rezeki. Awalnya cuma hidup pas-pasan dengan gaji pas-pasan dan hidup di rumah kontrakan yang sempit serta makan yang pas-pasan. Ternyata Allah beri kelapangan setelah kesempitan. Karena Allah menolong setiap orang yang menikah yang ingin menjaga kesucian dirinya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ
Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Apalagi rezekinya dijamin pula oleh Allah jika ia rajin menafkahi istri dan anaknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari, no. 1442; Muslim, no. 1010)
Ibnu Batthol menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah mengeluarkan infak yang wajib seperti nafkah untuk keluarga dan nafkah untuk menjalin hubungan kekerabatan (silaturahim).
Berarti siapa yang beri nafkah pada keluarga, pada kerabat, dan rajin pula mengeluarkan sedekah sunnah, maka malaikat akan mendoakan supaya orang tersebut mendapatkan ganti. Hal ini serupa seperti yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an,
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
Maksud ayat, siapa saja yang mengeluarkan nafkah dalam ketaatan pada Allah, maka akan diberi ganti.
Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ
Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.” (HR. Bukhari, no. 4684; Muslim, no. 993)
Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits doa malaikat di atas, “Para ulama menyatakan bahwa infak yang dimaksud adalah infak dalam ketaatan, infak untuk menunjukkan akhlak yang mulia, infak pada keluarga, infak pada orang-orang yang lemah, serta lainnya. Selama infak tersebut tidaklah berlebihan, alias boros.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 87)



Sumber : Rumaysho

Dampak Jika Ahok Dipenjara


Kasus penistaan Al-Quran dan Ulama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama masih berlarut. Kenapa kasus yang sederhana dan sudah banyak yurisprudensinya banyak pula yang sudah dibui atas kasus penistaan agama, kenapa jadi rumit? Menurut Heppy Trenggono (Presiden Indonesia Islamic Bussiness Forum), karena kasus yang menyeret Ahok ini akan berdampak pada PDIP, Jokowi, Pengembang dan Taipan.

Berikut analisis Presiden Indonesia Islamic Bussiness Forum (IIBF), Heppy Trenggono:

- Persoalan Ahok ini bagi Polisi, bagi Jokowi, bagi PDIP sangat rumit, jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan.
- Kalau hanya perspektif hukum, Ahok tinggal diciduk dari kemarin kemarin.
- Mereka berfikir keras dan berusaha merekayasa sedemikian rupa. Jika Ahok dipenjara maka:

1. Bagi PDIP ini bisa menjadi Tsunami kejatuhan politik.
2. Bagi PENGEMBANG yang Telah Mengucurkan investasi Puluhan Trilyun Rupiah, bisa menjadi keruntuhan bisnis, saham Podomoro bisa hancur.
3. Bagi JOKOWI bisa jadi ancaman berat, bukan tidak mungkin Ahok akan menyeret Jokowi sebagaimana Nazarudin menyeret Anas Urbaningrum.

4. Dan yang paling besar dampaknya adalah bagi Gerakan Politik yang sedang dilakukan oleh sekelompok TAIPAN yang ingin menguasai Indonesia.
5. Para Taipan ini telah berhasil mendudukkan Jokowi.

- Langkah 2019 adalah menguasai dengan lebih massive lagi. Jika Ahok menang di DKI maka 2/3 kemenangan sudah mereka kantongi.

- Menangnya Ahok menjadi bukti bahwa mereka bisa mengalahkan segala bentuk perlawanan yang ada di negeri ini. Menguasai Indonesia lebih sederhana dari pada menguasai DKI.
- Maka jika Ahok jatuh, ini akan menjadi kemunduran luar biasa bagi mereka. Kejatuhan Ahok juga akan menjadikan kekuatan Islam dan Nasionalis terkonsolidasi, yang sasaran utamanya adalah kembali kepada UUD’45.
- Jika Indonesia kembali ke UUD’45 yang asli, maka kekuasaan tidak akan mungkin mereka rebut. Hari ini, Allah berikan hadiah melalui Al Maidah 51. Percayalah, Indonesia bangkit!



http://www.nusanews.co/2016/11/mengerikan-inikah-dampaknya-jika-ahok.html

Argumen Cerdas Neno Warisman dlm Gelar Perkara Patahkan Argumen Pihak Ahok.


.
Ahli Bahasa pihak terlapor menegaskan bahwa Ahok tidak berniat menistakan Agama. Argumen itu dibantah telak oleh Neno Warisman, saksi Ahli Bahasa dari pihak pelapor.

◆ Bicara Sama Dengan Bertindak
Dalam menjelaskan argumen ini, Neno Warisman menggunakan analogi yang cerdas dan hampir dialami oleh semua orang; menikah.
"Berbicara itu sama dengan bertindak. Misalnya akad nikah. Akad nikah itu tindakan berbicara saya terima nikahnya makanya dengan tindakan berbicara itu yang haram menjadi halal," ujar Neno di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, (15/11/16).
Neno juga menegaskan, apa yang dia sampaikan merupakan bagian dari teori lingusitik generatif.

◆ Jika Tidak Berniat

Orang yang berbicara tanpa niat, ia sedang tidak sadarkan diri, gila, mengigau, lupa, atau sebab lainnya. Sedangkan Ahok menyampaikan hal itu secara sadar di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu DKI Jakarta.
"Orang berbicara itu tidak mungkin enggak pakai niat kecuali dia gila atau ngigau. Dan dia tidak mungkin berbicara tanpa tujuan," lanjut Neno sebagaimana diberitakan Republika, Rabu (16/11/16).
.
Selanjutnya, Neno mengemukakan tiga hal terkait ucapan Ahok.

► Pertama, seseorang menyampaikan sesuatu, merupakan kesesuaian antara hati dan pikirannya. Jika tidak, maka ia telah berdusta.
► Kedua, sudah berniat. Sehingga, ucapan Ahok 'dibohongin pakai Al-Maidah 51' itu sudah niat.
► Ketiga, communication intention.Ialah keinginan dari orang yg mengatakan agar pendengarnya terpengaruh.
Tarbawia.com

Tanda-Tanda Hamba Dunia


1. Anda tidak bersiap-siap saat waktu solat akan tiba. 2. Anda melalui hari ini tanpa sedikit pun membuka lembaran Al-Qur'an lantaran Anda terlalu sibuk. 3. Anda selalu berfikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah. 4. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahawa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram. 5. Anda terus menerus menunda untuk berbuat amal soleh. "Aku akan mengerjakannya besok, nanti dan seterusnya." 6. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya. 7. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi sehingga terabaikan amal ibadah 8. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil. 9. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah. 10. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diredhai Allah sekiranya perbuatan itu boleh mengecewakan orang lain. 11. Anda sangat menumpukan perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki. 12. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke hadapan. 13. Anda menjadikan aktiviti belajar agama sebagai aktiviti pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkerjaya 14. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak mengingatkan Anda kepada Allah. 15. Anda hanya menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia. 16. Anda melalui hari ini tanpa sedikit pun memikirkan kematian, bahkan anda benci pada mati dan tidak ingin memikirkannya 17. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat. 18. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah. 19. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berpoya-poya, walaupun Anda tahu bahawa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu. 20. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahawa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi. 21. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya-puasnya 22. Anda sangat perhatian dengan penampilan luaran Anda. 23. Anda meyakini bahawa kematian dan hari kiamat masih lambat lagi dan lama datangnya. 24. Anda ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Anda sedikit pun tidak mendapat pengajaran dari kematiannya. 25. Anda mengerjakan solat dengan tergesa-gesa agar segera melanjutkan pekerjaan. 26. Anda tidak pernah berfikir bahawa hari ini boleh jadi hari terakhir Anda hidup di dunia. 27. Anda merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Anda miliki, bukan merasa tenang dengan mengingati Allah.

Nasehat Berharga Al-Makmun Pada Sang Khalifah

Saat Al-Makmun bin Harun Al-Rasyid masih kanak-kanak, sang guru memukulnya dengan tongkat tanpa sebab. Ia pun bertanya, "Kenapa engkau memukulku?"
Sang guru pun mengatakan, "Diam!" Dan setiap kali Al-Makmun menanyakan alasan itu, sang guru hanya mengatakan, "Diam!"
Dua puluh tahun kemudian, ketika Makmun tengah menduduki posisi khalifah, hal pertama yang ia lakukan adalah meminta agar sang guru dipanggilkan.
Ia pun mempertanyakan, "Kenapa engkau memukulku saat aku masih kanak-kanak?"
Sang guru tersenyum dan berujar, "Engkau tak lupa?"
Makmun menjawab, "Demi Allah, aku tidak lupa."
Sang guru pun menjelaskan, "Seperti halnya kau tahu bahwa orang yang didzalimi tidak bisa melupakan, maka jangan pernah kau mendzalimi siapapun. Sebab kedzaliman itu ibarat api yang tidak bisa dipadamkan di hati orang yang didzalimi, meskipun telah berlalu bertahun-tahun.

Prediksi Ahli Kota Yang Terancam Kena Tsunami Dampak Dari Mencairnya Es Akibat Pemanasan Global




Mencairnya es di kutub utara akibat pemanasan global semakin lama semakin memprihatinkan. Setiap tahunnya, permukaan air laut naik 1-3 mm. Apabila tak selekasnya diantisipasi, naiknya permukaan air laut pasti berbahaya untuk keberlangsungan hidup manusia yang tinggal di permukaan bumi. Yang lebih berbahayanya, sebagian kota besar didunia ternyata terancam terbenam akibat naiknya permukaan air laut, pondasi yang rapuh, ataupun penyedotan air tanah. 
Berikut 8 kota besar didunia yang terancam tenggelam tersebut .


1. Shanghai, China
Shanghai dahulunya hanya satu tempat yang dikelilingi rawa. Keperluan akan tempat tinggal serta jumlah masyarakat yang membengkak membuat bangunan pencakar langit semakin banyak di daerah itu. Tidak heran, setiap tahunnya permukaan tanah di Shanghai turun setengah inchi. Berdasarkan data PBS, permukaan tanah di Shanghai turun sekitar 2, 4 meter dalam rentang waktu th. 1921 hingga 1965. Beberapa pakar memperkirakan, tanah di Shanghai tidak dapat lagi menahan beban berat bangunan di atasnya. Diperkirakan suatu waktu Shanghai bakal terbenam jika Sungai Yangze meluap.

2. Ho Chi Minh City (Saigon), Vietnam
Salah satu kota terpadat di Asia Tenggara ini juga terancam tenggelam. Berkurangnya permukaan tanah membuat daerah ini rawan banjir. Setiap tahunnya, ketinggian banjir meninggi setinggi 2cm.

3. Bangkok, Thailand
Kepala Pusat Peringatan Bencana Nasional Thailand, Smith Dharmasaroja, memperkirakan pada th. 2100 Bangkok bakal jadi Atlantis ke-2. Kota ini akan terbenam dikarenakan sebagian faktor, seperti : pergantian iklim akibat dampak rumah kaca, naiknya permukaan air laut, erosi pantai, dan pergeseran tanah. Ditambah lagi letak kota yang rendah mengakibatkan Bangkok setiap tahunnya senantiasa alami banjir.

4. Mumbai, India
Tidak jauh tidak sama dengan Bangkok, kelompok aktivis Greenpeace memperkitakan pada th. 2100 kota Mumbai akan tenggelam oleh air laut. Naiknya air laut sampai 5 mtr. mengakibatkan kota ini masyarakat di kota terancam kelangsungannya.

5. Meksiko City, Meksiko
Kota yang satu ini setiap tahunnya terbenam sedalam 20cm apabila berlangsung banjir. Letaknya yang ada di
lembah ditambah sistem drainase yang buruk membuat Meksiko City terancamterbenam. Mulai sejak th. 1975, kemampuan drainase kota itu turun 30 %. Tetapi saat ini pemerintah tengah mengupayakan pembuatan terowongan drainase raksasa yang diklaim bisa menyimpan air cukup banyak.

6. New York, Amerika Serikat
Naiknya permukaan air laut nyatanya ikut mengancam kota di Amerika Serikat ini. Posisinya yang ada di mulut sungai Hudson yang terhubung langsung ke samudera Atlantik ikut jadi pemicunya. Science Daily memperkirakan, air laut kota itu naik 2 x lipat di banding lautan yang lain. Tidak cuma itu, erosi pantai, penurunan susunan tanah serta perusakan lingkungan dapat juga menyebabkan luapan air di kota yang di kenal sebagai pusat usaha dunia itu.

7. Venesia, Italia
Akhir th. 2012, kota ini terendam banjir parah. Fenomena ini ada karena gabungan dari hujan lebat serta angin dari selatan. Sekurang-kurangnya 70 % daratan di kota kanal ini terendam banjir dengan kedalaman sampai meraih 1, 5 mtr. diatas normal. Banjir itu rupanya satu diantara tanda-tanda kalau lokasi Venesia selalu terbenam. Christian Science Monitor bahkan juga mencatat, kota itu turun permukaan tanahnya selama 30 cm sepanjang 100 th. paling akhir. Meningkatnya ketinggian air di Laut Mediterania memberi kemungkinan besar kota kanal itu terbenam.

8. Jakarta, Indonesia
Selain letak geografis yang ada dibawah permukaan air laut, keperluan akan air tanah yang tinggi ditengarai jadi salah satu penyebabnya tenggelamnya daratan Jakarta. Populasi masyarakat yang selalu bertambah jadi alasan paling utama kebutuhan akan air tanah. Dalam kurun saat 20 th. ke depan, diperkirakan jumlah penduduk di Ibukota bertambah sampai 40 juta jiwa.

Ahli hidrologi asal Belanda, JanJaap Brinkman menerangkan bila sistem penyedotan air tanah terus-menerus dikerjakan, di penghujung era ke-21, Jakarta bakal tenggelam sedalam lima sampai enam mtr.. Tinggal menunggu waktu Jakarta akan tenggelam dibawah air laut seperti kota Atlantis.

Kota-kota itu terancam terbenam akibat naiknya permukaan air laut serta pemanasan global. Bila kita tidak merubah langkah kita memperlakukan bumi, kota-kota itu akan benar-benar tenggelam tanpa ada kita dapat berbuat apa pun. Yuk, mulai peduli kepada lingkungan.


SUMBER; http://islambertasbih.blogspot.co.id/

Telur Ular Ini Membuat Warga Nigeria Keheranan

Photo by detikbaru1
Penduduk Nigeria membunuh ular super besar yang kerap datang ke desa mereka. Penyebabnya, mereka mencurigai perut bengkak reptil tersebut akibat memakan anak sapi. Berdasarkan praduga itu, warga pun ramai-ramai berburu. Setelah dibantai, mereka menyayat perut si ular untuk mengetahui bagian dalam yang membengkak. Namun ternyata, hasilnya: puluhan telur, bukan anak sapi seperti yang diperkirakan. 

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (10/11/2016), ternyata ular itu tak memakan hewan ternak warga, melainkan tengah hamil. Sang ulang tidak kelebihan bobot akibat makanan terakhirnya. Setelah disayat bagian perut, puluhan telur yang ditemukan dikeluarkan oleh penduduk setempat, yang menganggap itu adalah kelezatan langka. Meskipun tidak jelas jenis ular tersebut, banyak ular dapat memproduksi hingga 100 telur pada suatu waktu. Beberapa orang berkomentar dengan sedikit simpati, mereka beranggapan bahwa setidaknya sekitar 100 ular bayi tidak lagi lahir.


Dilihat oleh ukuran ular, yang lebarnya hampir 1 kaki dengan panjang beberapa meter terlihat seperti anaconda. Apalagi spesies tersebut sangat jarang di Amerika Selatan, sehingga kemungkinan berasal dari jenis piton batu Afrika. Jantan biasanya lebih kecil dari betina yang dapat tumbuh hingga 4,8 meter. Ada beberapa laporan bahwa jenis ular batu Afrika merupakan ular terbesar di benua itu dan salah satu yang terbesar di dunia. Ular jenis ini bisa tumbuh hingga 6 meter. Piton batu Afrika adalah jenis ular non-bisa yang membunuh mangsanya dengan penyempitan jalan udara.


Setelah mencengkeram mangsa, mereka akan meremas erat dan mempersulit mangsanya bernapas. Kematian diduga disebabkan oleh serangan jantung,  sesak napas, atau remuknya organ.

sumber;http://global.liputan6.com/
habibimuhammad. Diberdayakan oleh Blogger.
"; var Fscroll = scroll.replace(/(\r\n|\n|\r)/gm," "); if ( Fscroll === "yes" ) { $(document).ready(function() { $('body').addClass('imgani'); }); $(window).bind('load resize scroll', function() { var window = $(this).height(); $('.block-image .thumb a,.PopularPosts img,.related-thumb a,.roma-widget .wid-thumb a').each(function() { var qudr = .1 * $(this).height(); var omger = qudr - window + $(this).offset().top; var lom = $(document).scrollTop(); if (lom > omger) { $(this).addClass('anime'); } }); }); } //]]>

Sebuah Pesan Sang Guru

"Seorang pemimpin yang baik tidak akan meninggalkan umatnya sepahit apapun cobaan yang diterimanya"

Popular Posts

Ikuti Twitter Kami